AS Dianggap Tak Tahu Adat Karena Memata-matai Rusia - MOSKOW - Rusia kembali mengkritik Amerika Serikat (AS) terkait penangkapan agen Dinas Intelijen AS (CIA), Ryan Fogle. Negeri Beruang Merah itu menyebut AS tidak tahu adat dan bersikap canggung. Kementerian Luar Negeri Rusia mengutarakan protesnya ke Duta Besar AS untuk Rusia Michael McFaul kemarin. Tanda-tanda kekecewaan pun muncul dari pihak Rusia.
Fogle yang menyamar sebagai seorang diplomat di Kedutaan Besar AS tertangkap basah oleh intelijen Rusia pada Senin lalu karena mencoba merekrut para agen Rusia. Pria itu tak ragu menawarkan dana sebesar ratusan ribu dolar AS untuk memata-matai wilayah Kaukasus Utara.
Salah seorang pejabat Kremlin cukup terkejut karena sebelumnya, Presiden Vladimir Putin dan Preisdne Barack Obama sudah berjanji untuk memperdalam kerja sama. Meski kerja sama itu tidak melalui CIA, pada kenyataannya seorang agen CIA tertangkap.
Meski ketegangan terlihat mulai menyelimuti hubungan AS dan Rusia, Ushakov mengumumkan bahwa Kepala Dinas Keamanan Nasional Rusia Nikolai Patrushev akan berkunjung ke AS. Kunjungan itu dilaksanakan pada 20 hingga 21 Mei, dan ditujukan untuk membahas masalah bilateral.
Seperti diketahui, Fogle saat ini diserahkan kembali ke Kedubes AS dan diminta meninggalkan Rusia setelah dikeanakn persona non grata. Selain dituduh merekrut agen Rusia, Fogel juga dikabarkan mengumpulkan informasi mengenai pelaku pengeboman Boston, Massachussetts, yang merupakan warga Rusia.
Di Washington, Kemeterian Luar Negeri AS mengkonfirmasi pertemuan Dubes McFaul dan Wakil Menteri Rusia Sergei Ryabkov. Namun mereka enggan memaparkan hasil dari perbincangan kedua pejabat itu. (AUL)
http://international.okezone.com/read/2013/05/16/414/807752/mata-matai-rusia-as-dianggap-tidak-tahu-adat
Fogle yang menyamar sebagai seorang diplomat di Kedutaan Besar AS tertangkap basah oleh intelijen Rusia pada Senin lalu karena mencoba merekrut para agen Rusia. Pria itu tak ragu menawarkan dana sebesar ratusan ribu dolar AS untuk memata-matai wilayah Kaukasus Utara.
Salah seorang pejabat Kremlin cukup terkejut karena sebelumnya, Presiden Vladimir Putin dan Preisdne Barack Obama sudah berjanji untuk memperdalam kerja sama. Meski kerja sama itu tidak melalui CIA, pada kenyataannya seorang agen CIA tertangkap.
"Setidaknya, kami terkejut dengan perekrutan ekstrim yang tidak tahu adat ini. Laporan itu muncul setelah dua negara (AS dan Rusia) memutuskan bahwa mereka siap meningkatkan kerja samanya," ujar penasihat Presiden Vladimir Putin untuk urusan luar negeri, Yuri Ushakov, seperti dikutip ITAR-TASS, Kamis (16/5/2013).
Meski ketegangan terlihat mulai menyelimuti hubungan AS dan Rusia, Ushakov mengumumkan bahwa Kepala Dinas Keamanan Nasional Rusia Nikolai Patrushev akan berkunjung ke AS. Kunjungan itu dilaksanakan pada 20 hingga 21 Mei, dan ditujukan untuk membahas masalah bilateral.
"Tidak terpikir oleh saya bahwa apa yang baru saja terjadi akan mempengaruhi kerja sama (AS dan Rusia). Banyak hal penting yang sudah disepakati kedua negara ini," lanjut Ushakov.
Seperti diketahui, Fogle saat ini diserahkan kembali ke Kedubes AS dan diminta meninggalkan Rusia setelah dikeanakn persona non grata. Selain dituduh merekrut agen Rusia, Fogel juga dikabarkan mengumpulkan informasi mengenai pelaku pengeboman Boston, Massachussetts, yang merupakan warga Rusia.
Di Washington, Kemeterian Luar Negeri AS mengkonfirmasi pertemuan Dubes McFaul dan Wakil Menteri Rusia Sergei Ryabkov. Namun mereka enggan memaparkan hasil dari perbincangan kedua pejabat itu. (AUL)
http://international.okezone.com/read/2013/05/16/414/807752/mata-matai-rusia-as-dianggap-tidak-tahu-adat






